Pages

Kamis, 17 Oktober 2013

Puisi Untuk Ibu

Ibu. . . . . 
Kau Adalah Lentera Hati ini
Menenangi Hati
Menerangi Jiwa

Kau Selalu mengepakan sayap kasih sayangmu...
Nasihatmu. . . Bagaikan Samurai
Yang mampu menyayat Hati ini
Dan Membuatku terpacu untuk menjadi lebih baik

Ibu. . . . .
Sayang dan Cintaku untukmu...
Bagaikan Pasir di Laut 
Yang Luas dan Tak Terhitung oleh Apapun

Kau seperti Elang yang mencakar hatiku
Kuatnya Cintamu... Takkan terhempas oleh waktu
Cintamu... Takkan pernah surut bagaikan laut
Cintamu... Menggeletarkan seluruh dunia dan seisinya

-Tuti Alawiyah-

Senin, 14 Januari 2013

:)


Hak-Hak Sesama Muslim Bagian 1

Persaudaraan sesama muslim menjadi salah satu prinsip penting di dalam Islam. Kecintaan sesama muslim sangat ditekankan demi terwujudnya suatu lingkungan yang kondusif. Dalam permisalan yang indah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menggambarkan persaudaraan sesama muslim sebagai suatu bangunan yang kokoh seperti sabda beliau  shallallahu ’alaihi wa sallam
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ شَيْءٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Permisalan kaum mukminin dalam sikap saling mencintai, dan saling kasih sayang mereka sebagaimana satu badan. Apabila satu anggota badan sakit, seluruh anggota badan ikut merasakan, dengan tidak bisa tidur dan demam” ( HR Muslim dari sahabat Nu’man bin Basyir).
Agar tercapai persaudaraan sesama muslim yang indah ini, setiap muslim harus memenuhi setiap kewajiban yang menjadi hak untuk saudaranya sesama muslim, dengan tidak berlebihan ataupun mengurangi. Allah ta’ala telah memerintahkan untuk berbuat adil, berbuat baik dan memenuhi hak saudaranya. Hak sesama muslim ini sangatlah banyak diantaranya adalah seperti sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam:
«حق المسلم على المسلم ست : إذا لقيته فسلم عليه، وإذا دعاك فأجبه، وإذا استنصحك فانصح له، وإذا عطس فحمد الله فسمته، وإذا مرض فعده وإذا مات فاتبعه »
“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika dia mengundangmu maka datanglah, jika dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat, jika dia bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah maka doakanlah, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya “ (HR. Muslim).
Berikut ini adalah diantara hak sesama muslim yang harus dipenuhi:
  • Mengucapkan Salam
    Salam merupakan doa, dengan mengucapkan salam kepada saudara kita berarti telah mendoakan kebaikan kepada saudara kita. Tujuan dari mengucapkan salam adalah untuk menumbuhkan rasa cinta diantara sesama muslim sebaimana sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam
    لا تدخلون الجنة حتى تؤمنوا، ولا تؤمنوا حتى تحابوا، أولا أدلكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم؟ أفشوا السلام بينكم
    “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian kerjakan kalian akan saling mencinta? Sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Muslim dari sahabat Abu Hurairah).
    Mengucapkan salam terlebih dahulu hukumnya sunah muakad, sedangkan menjawab salam hukumnya fardhu kifayah (jika sudah ada sebagian besar orang yang mengerjakannya maka gugurlah kewajiban tersebut atas yang lain). Jika salah seorang memberi salam kepada beberapa orang, kemudian diantara mereka ada yang menjawabnya maka ini sudah cukup bagi yang lainnya.
    Dalam mengucapkan salam disunahkan beberapa hal, diantaranya :
    • Yang muda mengucapkan salam kepada yang tua
    • Kelompok orang yang jumlahnya kecil mengucapkan salam kepada kelompok orang yang jumlahnya lebih banyak
    • Orang yang naik kendaraan mengucapkan salam kepada orang yang berjalan.
    Namun, apabila hal-hal di atas tidak dilakukan oleh pihak yang seharusnya memulai memberikan salam terlebih dahulu, tidaklah mengapa pihak yang lain mengucapkan salam terlebih dahulu agar sunnah tetap berjalan.
  • Memenuhi Undangannya
    Memenuhi undangan hukumnya sunnah muakad, karena akan menyenangkan pihak yang mengundang apabila kita memenuhi undangannya dan dapat mendatangkan rasa cinta dan persatuan. Hukum memenuhi undangan diatas berlaku umum untuk semua jenis undangan baik berupa undangan makan atau acara lain termasuk undangan untuk membantu atau menolong pihak yang mengundang. Namun berbeda dengan undangan walimatul ‘urs (resepsi pernikahan), hukum menghadirinya adalah wajib dengan syarat-syarat sebagai berikut: undangan pada hari pertama, orang yang mengundang adalah seorang muslim, undangan ditujukan khusus untuknya bukan undangan yang ditujukan untuk umum, yang mengundang mendapatkan harta dari penghasilan yang halal, dan tidak ada kemungkaran dalam walimah.
  • Memberi Nasehat
    Apabila ada saudara kita sesama muslim yang meminta nasehat kepada kita maka berikanlah nasehat kepadanya. Karena memberikan nasehat merupakan bagian dari perintah agama sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    «الدين النصيحة » قلنا : لمن؟ قال : «لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم »
    “Agama adalah nasehat untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan pemimpin kaum muslimin, dan untuk semua kaum muslimin” (HR Muslim)
    Ibnu Ustaimin rahimahullah mengatakan bahwa nasehat untuk muslim bisa berupa nasehat untuk beribadah kepada Allah, memerintahkan yang ma’ruf, melarang perbuatan munkar, atau berbuat baik.
    Memberikan nasehat bisa menjadi suatu kewajiban bagi kita apabila kita melihat saudara kita melakukan suatu hal yang berakibat buruk padanya ataupun mendatangkan dosa atasnya. Sebagai seorang muslim kita wajib menasehatinya walaupun saudara kita itu tidak meminta nasehat. Berbeda ketika saudara kita berbuat hal yang tidak mendatangkan dosa tetapi ada perbuatan lain yang kita lihat lebih mendatangkan manfaat atasnya, kita tidak berkewajiban menasehati saudara kita tersebut kecuali apabila dia meminta nasehat.
  • Mendoakannya ketika bersin
    Mendoakan seorang muslim yang bersin kemudian dia memuji Allah hukumnya wajib. Wajib pula bagi yang bersin menjawab doa tersebut sebagai mana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan الحمدلله (Segala puji bagi Allah), sedangkan yang mendengarnya mengucapkan يرحمك الله (Semoga Allah merahmatimu), lalu membalas dengan ucapan  يهديكم الله و يصلح بالكم ( Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki urusanmu). (HR Bukhari).Jika dia terus bersin dan sudah didoakan tiga kali maka ucapkanlah yang keempat  عافاك الله(Semoga Allah mengampuni mu) sebagai pengganti dari ucapan يرحمك الله.Sementara apabila kita mendengar orang kafir bersin dan memuji Allah maka ucapkanlah kepadanya  يهديكم الله و يصلح بالكم ( Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki urusanmu). (HR At tirmidzi)
bersambung insyaallah

Kamis, 10 Januari 2013

Contoh pengabdi masyarakat 

Kisah Bidan Agnes di Pedalaman Boven Digul, Papua
Tribun Kaltim

Jumat, 29 Juni 2012 13:11 WITA

BERTUGAS pada puskesmas pembantu di pedalaman Boven Digoel, Papua, tidak membuat bidan Agnes Barabara Kundimgo kesepian dan menyerah. Ia bahkan menikmati dan tertantang menolong kebiasaan persalinan berisiko yang masih dilakoni masyarakat pedalaman Papua.
Memotong tali pusar bayi menggunakan parang, pisau dapur, sampai pecahan kaca itu biasa dilakukan masyarakat di pedalaman,” kata Agnes.
Peralatan seadanya memunculkan faktor risiko infeksi yang dapat mengakibatkan kematian bayi ataupun si ibu. Perdarahan dan infeksi menjadi penyebab langsung utama kematian ibu melahirkan.
Masyarakat di pedalaman juga masih memegang tradisi melahirkan harus di luar rumah utama. Darah dari persalinan dianggap sebagai darah kotor yang tidak boleh mencemari rumah. Jika sampai setetes darah itu mengenai rumah utama, dipercaya kesialan atau musibah akan terjadi.
Keluarga itu, misalnya, akan susah mendapat buruan rusa di hutan atau ikan di rawa. Karena itu, adat setempat menekankan, perempuan hamil harus bersalin di luar rumah. Biasanya si ibu dibuatkan pondok dari ranting kayu seadanya di halaman belakang rumah atau di hutan.
Ibu dan bayinya baru boleh kembali ke rumah setelah benar-benar bersih. Persalinan itu biasanya dibantu dukun beranak atau orangtua. ”Biasanya setelah seminggu melahirkan, baru ibu dan bayinya dibolehkan masuk rumah,” ungkap Agnes.
Ketika hendak mencegah praktik itu dan menolong persalinan dengan keahlian kebidanannya demi keselamatan bayi dan si ibu, ia justru dilarang dengan alasan adat dan tradisi. Namun, Agnes berkeras tetap mendampingi persalinan dan bersiap-siap jika terjadi kemungkinan terburuk.
”Mereka jarang memanggil bidan. Kalaupun ada warga yang memanggil bidan, tetap tidak mau dibantu,” ujarnya.
Ia pernah diminta membantu persalinan, tetapi baru dipanggil setelah kepala si bayi mulai keluar. Ia bersyukur persalinan berjalan baik sehingga ibu dan bayinya selamat.
Pendekatan dan penyuluhan kesehatan pun ia lakukan. Seiring dengan berjalannya waktu, upaya itu berhasil. Masyarakat di tempatnya bertugas mulai percaya kepadanya untuk menolong setiap persalinan.

Panggilan jiwa

Agnes bertugas di Puskesmas Pembantu Kampung Maryam, Distrik Mandobo, mulai tahun 1996 hingga 2004. Bertugas di puskesmas pembantu kampung pedalaman itu ia jalani dengan sepenuh hati.
Baginya, menjadi bidan adalah panggilan jiwa. Karena itu, di mana pun ditugaskan, ia berusaha mengabdi sebaik mungkin. Puskesmas Pembantu Maryam, misalnya, berlokasi relatif jauh dari Tanah Merah, ibu kota Boven Digoel.
Ia tidak tahu pasti berapa kilometer jaraknya. Yang ia tahu, perjalanan ke Tanah Merah harus ditempuh melalui sungai dan mendayung perahu selama empat hari. Hal itu dijalaninya bersama petugas puskesmas pembantu yang lain setiap kali mereka hendak mengambil stok obat-obatan, menyampaikan laporan kegiatan, atau mengambil gaji bulanan.
Kalau hari beranjak malam, ia menepi dan menginap di bivak-bivak di pinggir sungai. Beban menjadi lebih ringan saat mereka mendapat bantuan operasional perahu bermotor.
Tahun 2004-2011, Agnes ditugaskan di Puskesmas Tanah Merah dan mulai tahun lalu bertugas di RSUD Boven Digoel.
Menjadi bidan adalah keinginan Agnes sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, ia dimintai tolong ibunya, Dortea Warawam, yang sedang membantu persalinan kakak perempuan Agnes.
”Mama bilang, ’Agnes, tolong potong tali pusar dengan gunting.’ Itu pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya.
Sejak itulah tumbuh kuat dalam dirinya cita-cita menjadi bidan karena ingin menolong persalinan. Selepas SMP, Agnes remaja lantas mengikuti seleksi pendidikan kebidanan di Merauke dan dinyatakan lulus.
Selama 16 tahun ia menjadi bidan, sudah tidak terhitung berapa jumlah ibu bersalin yang telah dibantunya. Siang itu, misalnya, di RSUD Boven Digoel, Agnes tengah membantu menolong seorang pasien yang mengalami abortus (keguguran). Ia mengantarkan pasien itu ke rumah sakit dengan menumpang angkutan kota.\
Harap maklum, di Boven Digoel, ambulans adalah barang langka. Sopirnya tidak bisa diminta atau dipanggil saat ada keadaan darurat. Pasien yang sedang hamil tiga bulan tersebut sebulan lalu datang kepadanya untuk memeriksakan kehamilan.
”Saat itu keluar bercak-bercak darah dari pasien. Kandungannya tidak kuat. Saya sudah melarang dia kerja dulu, tetapi beberapa hari lalu dia mulai kerja lagi,” kata istri Cornelius Frans Wigo ini. Kelancaran tugas Agnes ditopang profesi sang suami sebagai mantri di Instalasi Gawat Darurat RSUD Boven Digoel.
Angka kematian tinggi

Selama ini, cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di pedalaman Boven Digoel masih rendah. Hal ini berkaitan erat dengan belum tersedianya fasilitas kesehatan yang bermutu, merata, dan mudah dijangkau masyarakat, juga kurangnya tenaga kesehatan.
Selain itu, faktor geografis dan transportasi yang sulit pun turut berperan. ”Angka kematian bayi di daerah pedalaman masih tinggi,” ungkapnya.
Data Dinas Kesehatan Boven Digoel menunjukkan, tahun 2011, kematian bayi tercatat 21 kasus, abortus 19 kasus, kematian anak balita 9 kasus, dan kematian ibu 2 kasus. Angka ini bisa jadi lebih tinggi karena masih banyak kampung di pedalaman yang jauh dari jangkauan tenaga kesehatan sehingga tak tercatat.
Kesadaran memeriksakan kehamilan di kalangan ibu hamil juga masih rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Boven Digoel, tahun 2011, kunjungan pemeriksaan kehamilan pada usia kehamilan 0-12 minggu sebanyak 6.052 ibu hamil. Akan tetapi, pada usia kehamilan 3 bulan ke atas, kunjungan pemeriksaan merosot menjadi hanya 730 ibu hamil. Hal itu semakin menambah risiko saat melahirkan.
Dari 1.036 kunjungan ibu hamil dengan faktor risiko, yang terbanyak adalah jarak kehamilan kurang dari dua tahun, yakni 24,32 persen. Kasus gizi buruk pun semakin menambah deretan persoalan kesehatan di daerah itu. Pada 2011, anak balita gizi buruk tercatat sebanyak empat orang.
Berbagai persoalan itu masih menjadi tugas berat bagi bidan Agnes dan tenaga kesehatan lain di Boven Digoel. Bagi Agnes, panggilan hidupnya sebagai bidan akan selalu dilakoni dengan semangat pengabdian untuk terus menolong.

Selasa, 18 Desember 2012

Yuk mari kita belajar b.inggris ,ini sedikit contoh :D

EXPREESSING FEELING
1.     Today I feel sad because my english score is bad
2.     I’am very happy because next month I will visit my grandfather’s house
3.     Last night I’m very ashamed when I meet my old friend
4.     I’am glad ,I can finish my work well
5.     I’m thrilled to bits to know it

SINGULAR AND PLURAL NOUN

1.     I have a lovely cat in my home
2.     My parents have three children
3.     The boys is very handsome
4.     Children see animals at the zoo
5.       There are many glasses in the shop

DEGREES OF COMPARISON

1.     a. Positive degree : I am as tall as rika
b. comparative degree :  I am taller than rika
c. superlative degree : I am the tallest of all
2.     a. I am as happy as my brother
b. I am happier than my brother
c. I am the happiest of all
3.     a. her shoes is as small as his old
b. her shoes is smaller than his old
c. her shoes is smallest of all
4.     a. she as outruns as her friend
b. she more outruns than her  friend
c. she the most outruns of all
5.     a. my mom as disappointed as me
b. my mom more disappointed  than me
c. my mom the most disappointed of all

Jumat, 30 November 2012

hello i'am tuti alawiyah 15 years old , I schools at 1 Vocational High School :)